LGNOTA Jaring Orang Tua Asuh Dari Pejabat Struktural

LGNOTA 1Untuk mendukung dan mensukseskan wajib belajar 9 tahun bagi keluarga pra sejahtera. Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGNOTA) Kabupaten Grobogan mengajak kalangan pejabat struktural, BUMD, BUMN menjadi orang tua asuh.

”Bantuan LGNOTA yang berhasil kami jaring tahun 2013 dari 125 orang tua asuh sebesar Rp 52,4 juta. Dana itu, kami berikan kepada 250 siswa SD masing-masing Rp 120 ribu dan 83 siswa SMP masing-masing mendapatkan Rp 240 ribu,” kata Ketua Umum LGNOTA Kabupaten Grobogan Dyah Bambang Pudjiono usai pelantikan pengurus LGNOTA Grobogan dan pengukuhan Forum Komunikasi Orang Tua Asuh (FKKOT) di pendopo Kabupaten, beberapa waktu lalu.

Dyah menjelaskan, gerakan orang tua asuh bertujuan untuk membantu mengurangi biaya pendidikan anak dari keluarga pra sejahtera agar dapat menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun. Program ini, juga mendukung program sukses belajar di Grobogan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk menjadi orang tua asuh yang disalurkan LGNOTA Mandiri yang dibiayai oleh APBD.

”Sasaran dari orang tua asuh selama tiga tahun berturut-turut dari pihak kepala SKPD, pejabat struktural, Camat, BUMD, BUMN dan pelaku usaha Grobogan yang peduli terhadap pendidikan,” terang Dyah.

Program LGNOTA sendiri, kata Dyah adalah memberikan bantuan kepada siswa SD dan SMP dari keluarga pra sejahtera. Meskipun dana APM (angka partisipasi murni) dan APK (Angka Partisipasi Kasar) Kabupaten Grobogan sudah mencapai angka 95 persen. Namun, karena faktor ekonomi masih banyak anak dari kalangan keluarga miskin sejumlah 1684.585 jiwa. Dari angka sebanyak itu, yang sudah terbantu dari dana APBD disalurkan program LGNOTA sebanyak 24.287 jiwa.

”Jadi masih ada sisa 160.295 jiwa yang akan didukung oleh LGNOT dari orang tua asuh selama tiga tahun berturut-tururt,” ujarnya.

Sementara untuk dana APBD Grobogan untuk program LGNOTA dari tahun ke tahun selalu ada kenaikan. Dimana tahun 2007-2008 sebesar Rp 70,08 juta, 2009 sebesar RP 77,4 juta, tahun 2010 -2011 sebesar Rp 85,2 juta dan tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp Rp 150 juta. Sedangkan tahun 2013 LGNOTA Mandiri mendapatkan Rp 170.400. Sehingga total anggaran mulai 2007 sampai 2013 mencapai Rp 708,8 juta.

”Kami berharap untuk tahun 2014 jumlah orang tua asuh meningkat. Maka semakin banyak siswa yang mendapatkan bantuan,” terang dia.

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono SH mengatakan, program LGNOTA Mandiri bisa sangat membantu dalam mensukseskan gerakan 9 tahun belajar. Dengan banyaknya orang tua asuh untuk siswa yang tidak mampu maka semakin banyak siswa bisa sekolah sampai wajib sembilan tahun.

”Saya harapkan kepada FKKOT dari kalangan pejabat, camat, BUMD, BUMN bisa sungguh-sungguh mensukseskan gerakan orang tua asuh. Pergram ini harus dilakasanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

 

Print Email